Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Last Part, Cerpen Timer Waktu

Gambar
  Hari demi hari berlalu, hingga tibalah saat Liona untuk pergi ke luar negeri. Di bandara, Liona berterima kasih pada Joanna karena telah membantunya selama ini. Joanna memberikan sejumlah uang, Liona menolak namun wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri itu tetap memaksanya. Setelah itu, Liona berpamitan pada Joy, mereka sempat berpelukan. Joy meminta Liona untuk sering-sering menghubunginya.  Di Belanda, di sanalah Liona menempuh pendidikannya, mendapatkan beasiswa. Beradaptasi di negeri orang, sendirian. Mencari tempat tinggal, hingga mendapatkan teman. Selama 3 tahun Liona habiskan di negara tersebut. Ia akhirnya memutuskan kembali di waktu liburnya. Di sela-sela itu, Liona berencana untuk memberikan Joy hadiah, di hari ulang tahun yang terlewat pada tahun-tahun sebelumnya. Selama waktu itu, Liona sering menghabiskan waktu bersama Joy. Membujuknya untuk berlatih bela diri. Liona ingin Joy bisa menjaga dirinya sendiri. Kini gadis berambut hitam kuncir kuda meran...

Part 4 Cerpen Timer Waktu

Gambar
  Tiap langkah yang terasa berat, kilasan itu muncul. Mengenang apa yang telah terjadi sebelumnya. Awan gelap berarak di langit biru, menyembunyikan cahaya yang ditunggu. Matanya sayu, tak ada lagi yang menunggu. Tak ada lagi yang menemani di sela-sela waktu. Tak ada lagi rumah untuk pulang. Langkah itu membawanya keluar dari gerbang pemakaman. Semua terasa kosong.  Suara teriakan memanggil namanya, membuat langkah itu perlahan berhenti. Kepalanya menoleh sedikit, matanya berusaha melirik seseorang yang memanggilnya dari belakang. Terdengar suara langkah cepat yang mendekat. Ia perlahan berbalik. Seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar menghampirinya, memeluknya erat. Liona terdiam, ia menundukkan kepalanya. Tangannya mulai terangkat mengusap pelan puncak kepala anak itu.  “Joy …”  “Kakak pulang sama aku ya,” pintanya sembari melepas pelukan.  Liona menggeleng pelan, “Nanti gimana sama keluarga kamu?”  Terdengar sahutan Joanna yang berj...